Padangsidimpuan — Sekolah Tinggi Agama Islam Tapanuli (STAITA) Padangsidimpuan melaksanakan Sidang Munaqasyah bagi mahasiswa tingkat akhir, Senin (4/9/2023). Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus STAITA Padangsidimpuan dan diikuti oleh 102 mahasiswa.
Sidang munaqasyah ini merupakan tahapan akademik penting untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan skripsi serta mengukur penguasaan keilmuan sesuai bidang studinya. Pelaksanaan sidang dilakukan secara terjadwal dan berlangsung tertib sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.
Ketua Panitia kegiatan, Nursopayanti, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), menyampaikan bahwa seluruh rangkaian sidang telah dipersiapkan secara matang guna menjamin kualitas dan kelancaran proses ujian.
Kegiatan sidang munaqasyah ini juga mendapat arahan dan bimbingan langsung dari Ketua STAITA Padangsidimpuan, H. Partahian, Lc., M.Pd.I. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga integritas akademik, kedalaman analisis, serta etika ilmiah dalam proses ujian.
“Sidang munaqasyah bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur kesiapan mahasiswa sebagai sarjana yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Pelaksanaan sidang munaqasyah turut dimonitor oleh Sekretaris Koopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Dr. Syawaluddin Nasution, M.A., bersama tim. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan akademik berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku.
Sidang munaqasyah STAITA Padangsidimpuan berlangsung dengan lancar dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu serta siap melanjutkan peran dan pengabdian di tengah masyarakat.
