Padangsidimpuan — Sekolah Tinggi Agama Islam Tapanuli (STAITA) Padangsidimpuan menyelenggarakan Wisuda Sarjana (S1) yang dirangkaikan dengan Sidang Senat Terbuka, Selasa (31/1/2023). Kegiatan berlangsung khidmat di Balai STAITA Padangsidimpuan, Jalan Ade Irma Suryani, dengan jumlah wisudawan sebanyak 93 mahasiswa.
Sidang senat terbuka dan prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Ketua Senat sekaligus Ketua STAITA Padangsidimpuan, H. Partahian, Lc., M.Pd.I. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Koopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Dr. Zulkarnaen Nasution, M.A., serta Ketua Yayasan Ibnu Sjech Ahmad Zein, Hj. Dra. Salmawati, bersama para dosen, orang tua wisudawan, dan undangan lainnya.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua STAITA Padangsidimpuan, H. Partahian, Lc., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda serta apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan studi dengan baik. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.
“Lulusan STAITA harus menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan tanggung jawab sosial. Jadilah agen perubahan yang membawa nilai keislaman dan keilmuan di mana pun berada,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Koopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Dr. Zulkarnaen Nasution, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian STAITA Padangsidimpuan dalam meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola perguruan tinggi. Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus mengembangkan kompetensi diri dan menjaga nama baik almamater.
“Wisuda ini adalah bukti bahwa STAITA terus berkomitmen melahirkan sumber daya manusia yang unggul. Para sarjana diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Ketua Yayasan Ibnu Sjech Ahmad Zein, Hj. Dra. Salmawati, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada para wisudawan. Ia menekankan pentingnya peran alumni dalam mendukung kemajuan lembaga dan memberi kontribusi nyata bagi umat.
“Ilmu yang diperoleh di STAITA hendaknya diamalkan untuk kebaikan masyarakat. Yayasan berharap para lulusan dapat menjadi kebanggaan keluarga, almamater, dan agama,” tuturnya.
Prosesi wisuda berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Melalui wisuda sarjana dan sidang senat terbuka ini, STAITA Padangsidimpuan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk bangsa dan umat.
